Antara Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih

•February 17, 2008 • 1 Comment

Have you read?

Sebelumnya aku minta maaf kepada Kang Abik (Panggilan dari Habbiburahman El Shirazy) karena aku membaca AAC (ayat-ayat cinta) dari temanku yang versi pdf. (hehe) wah tapi abis itu malah jadi pengin beli bukunya. sekarang udah punya Dalam Mihrab Cinta, dan Ketika Cinta Bertasbih edisi 1dan2.

ehm setelah membaca ketiga judul itu, saya baru tau bahwa ada karya Tuhan Yang Maha Dasyat pada Kang Abik. Subhanallah.. tidak hanya sekedar novel, tapi ilmu yang sangat berharga terkandung di dalamnya. jadi kepengin koleksi nehh.

Saat membaca AAC, lelehan air mata benar2 tidak bisa ditahan untuk keluar. siapa yang tidak bisa merasakan kesedihan dan bahkan kebahagiaan yang bisa dilukiskan dan benar2 meresap pada novel ini. saya banyak membaca (eh tidak terlalu banyak ding) yang menyatakan tokoh Fahri terlalu sempurna dan itu merupakan ketidak sempurnaan novel AAC. dan kalau tidak salah juga kang Abik pernah memberikan statment bahwa menurutnya Fahri masih jauh dari sempurna. karena memang kenyataannya di kehidupan ini kita terlalu banyak di’cekokki’ dengan hal2 yang tidak baik. iya juga see, gak ada yang salah. mungkin benar manusia tempatnya salah tapi tidak ada salahnya juga kita menjadi orang yang menjalani ‘kebenaran’ sejati seperti layaknya Fahri. dibalik itu semua, novel ini fantastis.

Beda dengan AAC, Ketika Cinta Bertasbih tidak terlalu membuatku menangis layaknya AAC. entah kenapa, tidak sesuai dengan prolog yang diberikan di awal novel KCB bahwa endingnya tidak bisa ditebak, rasanya dari pertengahan novel sudah kuduga Azzam akan berjodoh dengan Anna. tapi bukannya aku tidak simpatik, cuma rasanya AAC masih lebih bagus dari KCB. tapi tetap saja dari segi ilmu KCB juga tidak kalah hebat dengan AAC. aku banyak belajar juga dari Azzam dan Furqan. dua orang yang berbeda namun tetap di jalur ‘kebenaran’ yang sama. mereka dibedakan dengan cara berpikir dan menyingkapi suatu ‘isyarat’ dari Allah. tapi tetap pada akhirnya Allah menunjukkan Rasa Sayangnya kepada mereka berdua. Dahsyat.

Semoga munculnya film AAC tidak terlalu diimbangi dengan komentar2 tentang artis pendukung AAC. sebab memang itulah maunya mas Hanung. setelah membaca blog dari mas Hanung, subhanallah… perjuangan untuk bikin AAC benar2 telah dicatat oleh Allah. semoga film dan novelnya menginspirasi banyak orang untuk mengorek lagi..’siapakah kita dan siapakah DIA?’

Hello world!

•January 27, 2008 • Leave a Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!